Kopi Arabika adalah salah satu dari dua
spesies tanaman kopi yang ada berada dalam budidaya secara global. (yang
lainnya adalah C. Canephora, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan
Kopi Robusta). Arabika adalah spesies kopi yang dominan di Amerika
Tengah, dan selatan, dan sebagian besar Negara Afrika Timur, dan
dianggap menghasilkan kualitas cup tertinggi. Spesies Arabika terdiri
dari banyak varietas atau kultivar/jenis-jenis yang berbeda yang dapat
bereproduksi secara seksual satu sama lain.
Untuk dianggap sebagai varietas arabika
yang dapat dimasukkan dalam katalog ini, varietas harus memenuhi
standart berikut ( berdasarkan definisi varietas yang diberikan oleh Uni
International untuk perlindungan varietas tanaman baru (UPOV)):
Varietas Yang Seragam. Hal ini dapat dijelaskan dan ditentukan oleh satu set kateristik dan semua jenis tanaman yang terlihat sama.
Varietas Yang Berbeda. Hal ini dibedakan dari berbagai macam varietas dan set kateriskik diatas.
Varietas Yang Stabil. Varietas dapat direproduksi sedemekian rupa sehingga kateristiknya tidak berubah pada generasi tanaman berikutnya.
Varietas Arabika yang paling dikenal adalah varietas yang memenuhi standart di atas. Namun, beberapa ada yang tidak. Sebagai contoh, Varietas Catimor dan Sarchimor bukanlah varietas yang berbeda jika kita mengacu pada definisi ini. Tapi ada juga beberapa Kopi seperti Reremal dan Sweet Meriah Tidak memenuhi definisi di atas karena tidak seragam dan stabil dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tapi kedua produk tersebut masih bisa dikategorikan dalam Kopi Arabika karena umumnya dikenal oleh petani dan tumbuh luas di kawasan Varietas ini, tetapi penting untuk mengetahuinya bahwa mereka tidak memiliki keseragaman dan stabilitas dan karenanya tidak memenuhi definisi varietas yang dipaparkan disini.
Berbagai Tipe Kopi Arabika Adalah :
Ada berbagai jenis biji kopi Arabika yang
disebut kultivar, yang semuanya dikenal karena berbagai rasa dan
cirinya. Meskipun beberapa kultivar berkembang lebih baik di bawah
beberapa kondisi geografis daripada yang lain, mereka tidak mengacu pada
wilayah di mana kopi tertentu ditanam. Sebaliknya, mereka adalah hasil
dari berbagai botani ketika spesies yang berbeda atau sub spesies yang
kawin silang.
Dari banyak kultivar yang ada, beberapa yang paling populer disebutkan di bawah ini:
Typica
Kultivar ini dapat ditanam di daerah penghasil kopi. Ini adalah kultivar dari mana banyak kultivar lain telah dikembangkan. Pohon kopi Typica memiliki batang utama dengan batang sekunder yang tumbuh sedikit miring. Cabang lateral membentuk sudut sekitar 50-70 ° dengan batang vertikal untuk memberikan pohon berbentuk kerucut keseluruhan. Meskipun pohon kopi typica memiliki hasil yang rendah, mereka tetap menghasilkan kacang yang lezat dan berkualitas tinggi.
Bourbon
Ada banyak varian bourbon; seperti Typica, banyak kultivar dikembangkan dari Bourbon. Awalnya dikembangkan oleh Perancis pada tahun 1708, tanaman khusus ini dibudidayakan di sebuah pulau di Samudra Hindia yang disebut “Bourbon” yang sekarang dikenal sebagai Reunion. Bourbon memiliki daun yang lebih luas dan ceri yang lebih besar daripada Typica. Seperti typica, ini juga merupakan tanaman berbentuk kerucut. Bourbon menghasilkan 20-30% lebih banyak buah daripada Typica dan menghasilkan minuman yang kaya rasa.
Caturra
Ditemukan di Brasil, dan dinamai berdasarkan kota tempat ditemukan, kultivar ini adalah versi Bourbon yang diubah. Meskipun ditemukan di Brasil, itu tumbuh lebih baik di Kolombia dan Amerika Selatan untuk menghasilkan minuman semarak dengan esensi zesty. Seperti Bourbon, ia memiliki daun lilin lebar dengan pinggiran bergelombang; Namun, lebih pendek dengan penampilan tebal dan lebat. Meskipun Caturra memiliki hasil yang lebih tinggi daripada Bourbon, ia menghasilkan minuman yang lebih ringan dan membutuhkan banyak perawatan untuk berkembang.
Catuai
kultivar ini adalah hasil persilangan antara Caturra dan Mundo Novo. Seperti Caturra, Catuai adalah tanaman pendek dan lebat yang menghasilkan hasil tinggi. Catuai membutuhkan banyak perhatian dan pemupukan untuk berkembang, dan menghasilkan ceri kuning atau merah yang menghasilkan rasa seperti buah.
Mundo Novo
Ini adalah hibrida yang dibentuk pada 1940-an sebagai hasil persilangan kopi Bourbon dan kopi Typica. Kultivar yang berproduksi tinggi ini tahan terhadap banyak penyakit, dan panennya sedikit lebih lambat dari jenis kopi lainnya.
Blue Mountain
Tumbuh di Jamaika, kultivar ini muncul sebagai beragam kopi Typica dan dikenal karena ketahanannya terhadap penyakit berry kopi. Kopi Blue Mountain tumbuh subur di dataran tinggi dan umumnya tumbuh di Blue Mountains of Jamaica setelah diberi nama.
Masih sangat banyak jenis kopi yangg belum kita eksplorasi di dunia kopi, masih banyak hal yg belum kita ketahui, maka dari itu dengan menyeduh kopi setiap harinya akan secara tidak langsung membuat industri kopi ini lebih maju dan menghasilkan banyak pengetahuan2 baru di kopi. Jangan lupa ngopi kawan kopitree, beritahu kita di kolom komentar jenis kopi yang mesti kita bahas di postingan selanjutnya!
Kenapa kopi luwak enak rasanya....apa ada yang bisa jawab (tanya lagi, udah dibilang kita cari jawaban) ok...ok saya yang jawab yaa. Kopi luwak enak karena diproses melalui perut hewan musang, begini ceritanya hewan luwak/musang memiliki makanan pavorit buah-buahan salah satu buah-buahannya adalah buah kopi. Buah kopi yang dipilih untuk dimakan oleh hewan ini adalah buah kopi yang benar-benar mearah dan lebih harum aromanya walaupun buah kopi tersebut dalam satu bokahan (satu kokol/bahasa Gayo) ini sama seperti manusia ketika buah-buahan contohnya buah anggur yang dipilih pasti yang paling manis dulu baru yang kurang manis terus yang nggak manispun habis , itu manusia. Luwak juga sama memilih kopi yang paling mantap masak dan aromanya karena buah kopi yang tersedia jumlahnya sangat banyak puluhan pohon bahkan ratusan pohon kopi sehingga tidak mungkin dia memilih yang asem atau yang cacat bahkan nggak mungkin yang aromanya nggak bagus. Pengen coba datang dan cicipi aja ke ...
Kopi arabika (coffea arabika,l) telah mulai di budayakan di Dataran Tinggi Gayo sekitar tahun 1924 yang dibawa oleh orang Belanda, yaitu setelah selesainya pembangunan jalan dari Biruen ke Takengon pada tahun 1913. Kopi arabika pertama kali ditanami di kawasan Desa Paya Tumpi, Selanjutnya menyebar ke daerah Blang Gele, Burni Bius, Rediness, Bergendal dan Bandar Lampahan, Akan tetapi pembudayaanya masih terbatas dikalangan orang-orang Belanda saja dan sedikit oleh Bangsawan lokal. Budidaya secara luas baru mulai pada awal kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 (Renes, 1989) Kopi Gayo Arabika Asa Kopi Gambaran Produksi Kopi Arabika Gayo Luas areal kopi hingga saat inidi Dataran Tinggi Gayo adalah 85.786 Ha, dengan perincian 46.296 Ha berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tenggah dan sisanya seluas 39.490 Ha berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah. Dari total luasan tersebutsekitar 85% terdiri dari jenis arabika dan sisanya 15% jenis robusta. Menurut data dai Dinas Kehuta...
Sebagai pencinta kopi kalian tentunya tau perbedaan kopi arabika dan robusta. Di Indonesia kopi merupakan komoditas yang terus dibudidayakan dan diperdagangkan. Pada perdagangan internasional, kopi berada di urutan kedua setelah minyak. Hal ini menunjukkan bahwa kopi digemari oleh masyarakat dunia. Menurut data International Coffee Organization (ICO) 2017-2018, sebanyak 161 juta masyarakat dunia mengonsumsi kopi. Sementara, Badan Pusat Statistik mencatat pada 2010 total volume ekspor mencapai 433,6 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 814,3 juta dan pada 2017 meningkat menjadi 467,8 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 1.187,16 juta. Sebenarnya, banyak varietas pohon kopi yang tumbuh di seluruh dunia. Namun, terdapat dua jenis kopi yang paling dikenal dan memiliki banyak penggemar, yakni kopi arabika dan robusta. Berikut adalah perbedaan kopi arabika dan robusta yang harus diketahui oleh para pencinta kopi.Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta Perbedaa...
Komentar
Posting Komentar