Kenapa kopi luwak enak rasanya....apa ada yang bisa jawab (tanya lagi, udah dibilang kita cari jawaban) ok...ok saya yang jawab yaa. Kopi luwak enak karena diproses melalui perut hewan musang, begini ceritanya hewan luwak/musang memiliki makanan pavorit buah-buahan salah satu buah-buahannya adalah buah kopi. Buah kopi yang dipilih untuk dimakan oleh hewan ini adalah buah kopi yang benar-benar mearah dan lebih harum aromanya walaupun buah kopi tersebut dalam satu bokahan (satu kokol/bahasa Gayo) ini sama seperti manusia ketika buah-buahan contohnya buah anggur yang dipilih pasti yang paling manis dulu baru yang kurang manis terus yang nggak manispun habis , itu manusia.
Luwak juga sama memilih kopi yang paling mantap masak dan aromanya karena buah kopi yang tersedia jumlahnya sangat banyak puluhan pohon bahkan ratusan pohon kopi sehingga tidak mungkin dia memilih yang asem atau yang cacat bahkan nggak mungkin yang aromanya nggak bagus. Pengen coba datang dan cicipi aja ke cafe shop Asa Coffea. Penjelasan diatas masih proses pemilihan kopi oleh hewan luwak/musang, lalu apalagi yang menyebabkan rasanya enak. Setelah musang ini memilih buah kopi yang manis dan matang sempurna lalu buah tersebut ditelan dan masuk kedalam perut. Nah dalam perut musang inilah proses perubahan rasa kopi yang enak dimulai. Kenapa demikian karena perut luwak/musang hanya menyimpan (permentasi)untuk diambil lendir/pulpa oleh usus luwak untuk makanan karena mengandung manis/glukosa dan lain-lain dalam waktu yang sangat-sangat pas dengan tempratur tertentu dan waktu tertentu inilah tercipta rasa kopi luwak enak,oya..ada satu lagi faktornya yaitu didalam perut luwak/musang ini terdapat juga sisa-sisa makan luwak yang lain seperti daging-daging hewan atau sari pati buah yang dimakan terserapsehingga menjadilah kopi luwak enak.
Rasanya Meresap Sampai Biji Kopi
Pertanyaan
selanjutnya adalah kenapa sampai bisa masuk rasanya itu kedalam biji kopi, lalu
kopi luwak enak, nah ini dia... kopi itu memiliki sifat yang disebut dengan Higroskopis artinya menyerap dan melepas
air, ketika biji kopi berada di dalam perut luwak biji kopi tersebut menyerap
semua aroma (aroma buah manis) yang ada dalam usus luwak tersebut sehingga kopi
luwak yang asli hanya kita ketahui dari aromanya yang khas.. yaitu aroma dari
perut luwak harus sama dengan aroma kopi luawak.
Hal inilah yang perlu diketahui jika ingin membeli mana yang asli mana yang palsu. Lalu mana kopi ternak dan mana yang liar karena jelas kedua kopi luwak tersebut memiliki ciri-ciri (tidak pakai”T”) masing-masing.
Kopi Luwak Liar
Saya tanya dulu kenapa dikatakan kopi luwak liar.? Apakah kopinya yang liar..? jawabanya bukan, yang liar adalah musangnya atau luwaknya. Kenapa muncul ada kopi luwak liar dan ternak, karena yang beredar di pasaran bersumber dari alam (liar) dan yang diambil dari hasil penangkaran luwakdan dipelihara di kadang-kandang dan diberi makan buah kopi cery lalu menghasilkan kopigabah kotoran luwak.
Kenapa jenis ini lebih di Minati dari Sisi :
Kehewanan (lingkungan) dan dari segi cita
Rasa yang dihasilkan.
Dari sisi lingkungan
Bahwa pencinta binatang dan pencinta lingungan tidak suka produk ini karena dipasarkan itu bersumber dari hewan yang dipelihara karena selama ini hewan tersebut hidupnya dialam liar, karena kebutuhan kopi tersebut muncul ide untuk menangakarkanya (diperlihara dalam sangkar), sebagian lagi khwatir jika hewan yang dipelihara tersebut tidak terpelihara dengan baik sehingga heawan luak menjadi sengsara. Sebagian tidak masalah karena dia yang memelihara dengan penuh kasih dan ayang, nah..ini tergantung siapa yang menilanya ok.
Dari citarasa
Kalau dari cita rasa tentu yang liar lebih memeiliki citarasa yang luar biasa enak, karena diproleh dari hewan luwak/musang liar sehingga heawan ini bebas makan di alam hutan blantara dan tentu akan memperkaya gizi (eh...emangnya musang ini ada yang bergizi? Apa) yang diproleh dan dicerna bersama kopi yang dimakan dalam perutnya. Nah... hal inilah yang membuat kopi luwak liar tersebut lebih enak dan lebih mahal harganya. Bisa kita umpamakan jika ayam kampung dan ayam pedaging yang di ternakan di sajikan pada menu makanan tentu akan orang lebih banyak memilih ayam yang dikelola dikampung, tapi orang yang sudah lama di kota atau orang bule mukin tidak suka karena takut jorok..eh entahlah kok jadi membahas ayam kampung sih..he..he
Kopi Luwak Ternak
Di dataran tinggi gayo luwak ternak sudah punah. Dikatakan kopi ternak karena kopi yang diolah tersebut di hasilkan dari pemeliharaan hewan musang yang diternakan, musang ini dipelihara dalam kandang-kandang terpisah dan drberi makan sesuai dengan kebutuhan menurut pengakuan penangkar luwak setiap seminggu sekali minimal dberikan daging ayam agar tetap terjaga kesehatnya tersebut dan produk yang dihasilkan tetap berkualitas baik, tapi sehari-hari hewan tersebut disuguhi pisang, jambu biji, nangka dan buah-buahan kebun lainya, untuk pemberian biji kopi cerry (yang ,asih berkulit) itu diberikan pada malam hari, sehingga pada pagi harinya dapat di panen.
Hewan luwak
yang ditangkarkan tersebut kalau sudah terlatih maka akan memisahkan biji kopi
kotoranya pada khusus satu tempat, sehingga tidak berbaur dengan kotoran
lainya, tapi yang belum “berpengalaman” di tangkar masih belum bisa memisahkan
kotoranya dengan biji kopi dari kotoranya yang khusus biji...? aneh yaa..itulah
kelebihan hewan yang bernama luwak ini dia berprilaku bersih dan membuang
kotoranya pada satu tempat tertentu dan itu merupakansifat alami luwak,
terkecuali yang baru, mungkin karena gugup dan takut sehingga tidak
memperdulikan kebersihan untuk beberapa waktu hanya berkeinginan untuk bebas
seperti biasanya.
Jika hewan luwak atau musang ini dipeliahara dari kecil, banyak peternak yang dapat melepasnya dan kembali lagi ke kandang, sehingga menjadi binatang atau hewan yang jinak dan akrap dengan pengasuhnya. Enaknyaa punya hewan piaraan yang bisa stor biji kopi pinginn ahh. Coba bayangkan kalu kita punya hewan piaraan musang 5 ekor saja dan setiap hari stor biji kopi 250 gram sampai 500 gram bisa dapat penghasilan kopi luwak basah 2,5 kg...aduh enaknya. Ini sama dengan kita piara tuyul ha..ha..ha. karena klu dikalikan dengan harga basah dan belum di proses antara 100 ribu sampai 150 ribu jadi berapa rupiah tuuu ayo coba ambil kalkulator..ha..ha..ha.
Kenapa kopi luwak enak rasanya....apa ada yang bisa jawab (tanya lagi, udah dibilang kita cari jawaban) ok...ok saya yang jawab yaa. Kopi luwak enak karena diproses melalui perut hewan musang, begini ceritanya hewan luwak/musang memiliki makanan pavorit buah-buahan salah satu buah-buahannya adalah buah kopi. Buah kopi yang dipilih untuk dimakan oleh hewan ini adalah buah kopi yang benar-benar mearah dan lebih harum aromanya walaupun buah kopi tersebut dalam satu bokahan (satu kokol/bahasa Gayo) ini sama seperti manusia ketika buah-buahan contohnya buah anggur yang dipilih pasti yang paling manis dulu baru yang kurang manis terus yang nggak manispun habis , itu manusia. Luwak juga sama memilih kopi yang paling mantap masak dan aromanya karena buah kopi yang tersedia jumlahnya sangat banyak puluhan pohon bahkan ratusan pohon kopi sehingga tidak mungkin dia memilih yang asem atau yang cacat bahkan nggak mungkin yang aromanya nggak bagus. Pengen coba datang dan cicipi aja ke ...
Kopi arabika (coffea arabika,l) telah mulai di budayakan di Dataran Tinggi Gayo sekitar tahun 1924 yang dibawa oleh orang Belanda, yaitu setelah selesainya pembangunan jalan dari Biruen ke Takengon pada tahun 1913. Kopi arabika pertama kali ditanami di kawasan Desa Paya Tumpi, Selanjutnya menyebar ke daerah Blang Gele, Burni Bius, Rediness, Bergendal dan Bandar Lampahan, Akan tetapi pembudayaanya masih terbatas dikalangan orang-orang Belanda saja dan sedikit oleh Bangsawan lokal. Budidaya secara luas baru mulai pada awal kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 (Renes, 1989) Kopi Gayo Arabika Asa Kopi Gambaran Produksi Kopi Arabika Gayo Luas areal kopi hingga saat inidi Dataran Tinggi Gayo adalah 85.786 Ha, dengan perincian 46.296 Ha berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tenggah dan sisanya seluas 39.490 Ha berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah. Dari total luasan tersebutsekitar 85% terdiri dari jenis arabika dan sisanya 15% jenis robusta. Menurut data dai Dinas Kehuta...
Sebagai pencinta kopi kalian tentunya tau perbedaan kopi arabika dan robusta. Di Indonesia kopi merupakan komoditas yang terus dibudidayakan dan diperdagangkan. Pada perdagangan internasional, kopi berada di urutan kedua setelah minyak. Hal ini menunjukkan bahwa kopi digemari oleh masyarakat dunia. Menurut data International Coffee Organization (ICO) 2017-2018, sebanyak 161 juta masyarakat dunia mengonsumsi kopi. Sementara, Badan Pusat Statistik mencatat pada 2010 total volume ekspor mencapai 433,6 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 814,3 juta dan pada 2017 meningkat menjadi 467,8 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 1.187,16 juta. Sebenarnya, banyak varietas pohon kopi yang tumbuh di seluruh dunia. Namun, terdapat dua jenis kopi yang paling dikenal dan memiliki banyak penggemar, yakni kopi arabika dan robusta. Berikut adalah perbedaan kopi arabika dan robusta yang harus diketahui oleh para pencinta kopi.Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta Perbedaa...
Komentar
Posting Komentar