Kopi specialty menjadi perbincangan yang pasti terungkap jika kita sedang membahas kopi atau berbinis kopi, saat ini nama atau sebutan kopi semakin banyak beredar banyak yang membuat berdasarkan selera pribadi atau kelompok dan ada yang menurut bahasa perkopian yang mungkin sudah mendekati secara ilmiah.
Lalu apakah sudah ada lembaga ilmiah yang membuat definisi istilah perkopian,sepengetahuan penulis belum ada.yang masih ada adalah istilah yang di keluarkan dari lembaga-lembaga pendidikan perkopian seperti koffee institut yangt berada di amerika.
Istilah kopi specialty, kopi premium, kopi komersil dan lain sebagainya secara resmi belum ada yang baku masih berupa definisi secara umum, dan yang di maksud dengan kopi speciality adalah kopi yang di proses secara khusus dengan ketentuan khusus mulai dari green bean,roasted bean das test cup.
Ciri-Ciri Kopi Specialty
Green bean kopi specialty sampel sebanyak 300 gram yang mewakili kopi sebanyak 1000 kg harus memiliki:
Kadar air 12-13 %
Ukuran biji 80 % harus seragam atau tidak lebih dari 5% jumlah kopi yang lolos dari ayakan pada saringan yang berukuran 14-18 mesh
Defect 0-4 %
Tidak terdapat bij kopi yang full defect (cacat penuh)
Warna bagus
Roasted kopi specialty harus bewarna seragam dan dari hasil roastednya tidak boleh terdapat satupun biji quiker (kopi putih atau kuning yang berbeda dengan teman temannya)
Ciri dari kopi specialty jika kita analisis dari hasil dari test cupnya adalah harus di atas skor 8, dalam hal ini pun masih ada perbedaan pendapat ada yang menyebutnya 8,3 ke atas.hasil test cup ini harus dari orang yang memiliki sertifikat Q-grader.
Lalu Bagaimana Dengan Anggapan Lain Tentang Kopi Specialty
Pertama : kami menjual kopi gayo keluar negeri seperti amerika serikat australia dan eropa dengan sebutan kopi speciality gayo. Dalam kenyataanya tidak sesuai dengan ketentuan di atas. Karena dari segi keragaman biji, nilai cacat 8 % bahkan lebih dan warna yang kadang tidak terlalu bagus. Meraka sudah menganggap kopi gayo sebagai kopi speciality. Ternyata mereka hanya membutuhkan citarasa dan aroma yang sangat berbeda dengan kopi lain di dunia. Artinya menurut sebagai besar pembeli kopi speciality. Yang paling utama cita rasa.
Kedua : banyak pembeli dari jakarta yang membuka usaha baik sebagai roaster dan sebagai reseller belum mengakui bahwa cita rasa kopi gayo belum istimewa dan sangat sulit mengakui sebagai kopi nusantara sebagai kopi speciality ??.
Ternyata jawabannya karena mereka membelinya hanya paling banyak 50 kg sampai dengan 1 ton. Jadi tingkat jumlah pembelian dan pengalaman membandingkan dengan kopi yang lain,kita bisa berbeda definisi terhadap kopi specialty. Artinya jika kita tidak mempunyai pengalaman membandingkan kopi kita dengan kopi seluruh dunia maka kopi specialty sulit kita temukan.
Ketiga : pengalaman dengan para pembeli yang meminta kopi itu singel varietas,singel oringin.
Keempat : bagaimana dengan kopi longberry kopi honey,kopi peaberry, kopi wine dan sebagainya apakah termasuk sebagai kopi specialty? Banyak pertanyaan tentang kopi speciality, namun kuncinya adalah citarasa. Tanpa mencampurnya dengan idealis dan egosektoral.menurut saya apapu produk,nama dan jenis yang di maksud kunci akhirnya adalah citarasa.
Namun muncul lagi masalah lain, jika kita sudah punya keyakinan berbeda terhadap citarasa. Maka susah mengikuti ketentuan skor cupping 8 atau 8,3.
Asa CoffeeProdusen Kopi Specialty
Kembali kepada diri dan masing-masig pihak menerima secara keseluran ketentuan kopi speciality secara keseluruhan. Mulai dari green bean sampai uji citarasa atau hanya fokus pada citarasa saja.
Kami membuat kopi speciality yang di olah dari red cery sampai jadi bubuk kopi secara baik dan mamasarkannya dengan sebutan kopi specialty.
Yang mau coba green bean specialty kami silahken dan cicipi,karena kami menjualnya dalam bentuk green bean, reosted bean dan bubuk.
Kenapa kopi luwak enak rasanya....apa ada yang bisa jawab (tanya lagi, udah dibilang kita cari jawaban) ok...ok saya yang jawab yaa. Kopi luwak enak karena diproses melalui perut hewan musang, begini ceritanya hewan luwak/musang memiliki makanan pavorit buah-buahan salah satu buah-buahannya adalah buah kopi. Buah kopi yang dipilih untuk dimakan oleh hewan ini adalah buah kopi yang benar-benar mearah dan lebih harum aromanya walaupun buah kopi tersebut dalam satu bokahan (satu kokol/bahasa Gayo) ini sama seperti manusia ketika buah-buahan contohnya buah anggur yang dipilih pasti yang paling manis dulu baru yang kurang manis terus yang nggak manispun habis , itu manusia. Luwak juga sama memilih kopi yang paling mantap masak dan aromanya karena buah kopi yang tersedia jumlahnya sangat banyak puluhan pohon bahkan ratusan pohon kopi sehingga tidak mungkin dia memilih yang asem atau yang cacat bahkan nggak mungkin yang aromanya nggak bagus. Pengen coba datang dan cicipi aja ke ...
Kopi arabika (coffea arabika,l) telah mulai di budayakan di Dataran Tinggi Gayo sekitar tahun 1924 yang dibawa oleh orang Belanda, yaitu setelah selesainya pembangunan jalan dari Biruen ke Takengon pada tahun 1913. Kopi arabika pertama kali ditanami di kawasan Desa Paya Tumpi, Selanjutnya menyebar ke daerah Blang Gele, Burni Bius, Rediness, Bergendal dan Bandar Lampahan, Akan tetapi pembudayaanya masih terbatas dikalangan orang-orang Belanda saja dan sedikit oleh Bangsawan lokal. Budidaya secara luas baru mulai pada awal kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 (Renes, 1989) Kopi Gayo Arabika Asa Kopi Gambaran Produksi Kopi Arabika Gayo Luas areal kopi hingga saat inidi Dataran Tinggi Gayo adalah 85.786 Ha, dengan perincian 46.296 Ha berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tenggah dan sisanya seluas 39.490 Ha berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah. Dari total luasan tersebutsekitar 85% terdiri dari jenis arabika dan sisanya 15% jenis robusta. Menurut data dai Dinas Kehuta...
Sebagai pencinta kopi kalian tentunya tau perbedaan kopi arabika dan robusta. Di Indonesia kopi merupakan komoditas yang terus dibudidayakan dan diperdagangkan. Pada perdagangan internasional, kopi berada di urutan kedua setelah minyak. Hal ini menunjukkan bahwa kopi digemari oleh masyarakat dunia. Menurut data International Coffee Organization (ICO) 2017-2018, sebanyak 161 juta masyarakat dunia mengonsumsi kopi. Sementara, Badan Pusat Statistik mencatat pada 2010 total volume ekspor mencapai 433,6 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 814,3 juta dan pada 2017 meningkat menjadi 467,8 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 1.187,16 juta. Sebenarnya, banyak varietas pohon kopi yang tumbuh di seluruh dunia. Namun, terdapat dua jenis kopi yang paling dikenal dan memiliki banyak penggemar, yakni kopi arabika dan robusta. Berikut adalah perbedaan kopi arabika dan robusta yang harus diketahui oleh para pencinta kopi.Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta Perbedaa...
Komentar
Posting Komentar