12 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, Pecinta Kopi Wajib Tahu!
Kopi Arabika dan Robusta – Menikmati kopi di kafe sambil bercengkrama dengan sahabat mungkin sudah menjadi aktivitas yang rutin dilakukan. Tak heran jika belakangan banyak kedai kopi yang mulai bermunculan di mana-mana. Meskipun begitu, apakah kalian tahu jenis kopi apa yang sedang kalian nikmati?
Bagi para pecinta kopi, pasti sudah tidak asing dengan kedua jenis kopi ini, karena kedua jenis varietas kopi ini memang cukup populer di Indonesia bahkan seluruh dunia. Meski saat diolah memiliki rasa yang hampir mirip, kedua kopi tersebut tetap memiliki beberapa perbedaan.
Nah, bagi kalian yang belum mengetahui perbedaan antara keduanya, yuk simak penjelasannya!
Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta
1. Usia Kopi
Sumber Gambar: Tibaagan CoffeesSalah
satu hal yang membedakan kopi robusta dan arabica adalah usia dari kopi
itu sendiri. Biji kopi arabica merupakan jenis kopi pertama yang pernah
dikonsumsi, sedangkan kopi robusta baru ditemukan kurang lebih 100
tahun setelah arabica.
Sehingga tak heran jika kopi Arabica mampu menguasai pangsa pasar hingga 70% di dunia.
2. Bentuk Biji Kopi Arabika dan Robusta
Sumber Gambar: AquaspressoKalian
dapat membedakan kedua jenis kopi ini dengan melihat bentuk bijinya.
Biji kopi Arabica cenderung lebih besar dan lonjong serta pipih,
sedangkan biji kopi Robusta memiliki bentuk bulat penuh.
3. Tingkat Kafein
Sumber Gambar: Espresso PerfectoBagi
kalian yang suka mengonsumsi kopi agar tetap terjaga di malam hari,
minumlah kopi Robusta, sebab biji kopi Robusta memiliki kandungan kafein
sebesar 2,2 hingga 2,7%.
Sedangkan biji kopi Arabica hanya memiliki kandungan kafein yang lebih kecil dari robusta, yakni sebesar 1,1% hingga 1,5% saja.
4. Kandungan Lemak dan Gula
Sumber Gambar: PixabaySelain
kafein, kandungan lemak dan gula yang dimiliki kedua jenis biji kopi
ini sangat berbeda. Arabica memiliki kandungan lemak dan gula yang lebih
banyak jika dibandingkan dengan Robusta.
Arabica memiliki kandungan lemak hingga 60% serta memiliki kandungan gula lebih banyak 2 kali lipat dibanding Robusta.
Kenapa kopi luwak enak rasanya....apa ada yang bisa jawab (tanya lagi, udah dibilang kita cari jawaban) ok...ok saya yang jawab yaa. Kopi luwak enak karena diproses melalui perut hewan musang, begini ceritanya hewan luwak/musang memiliki makanan pavorit buah-buahan salah satu buah-buahannya adalah buah kopi. Buah kopi yang dipilih untuk dimakan oleh hewan ini adalah buah kopi yang benar-benar mearah dan lebih harum aromanya walaupun buah kopi tersebut dalam satu bokahan (satu kokol/bahasa Gayo) ini sama seperti manusia ketika buah-buahan contohnya buah anggur yang dipilih pasti yang paling manis dulu baru yang kurang manis terus yang nggak manispun habis , itu manusia. Luwak juga sama memilih kopi yang paling mantap masak dan aromanya karena buah kopi yang tersedia jumlahnya sangat banyak puluhan pohon bahkan ratusan pohon kopi sehingga tidak mungkin dia memilih yang asem atau yang cacat bahkan nggak mungkin yang aromanya nggak bagus. Pengen coba datang dan cicipi aja ke ...
Kopi arabika (coffea arabika,l) telah mulai di budayakan di Dataran Tinggi Gayo sekitar tahun 1924 yang dibawa oleh orang Belanda, yaitu setelah selesainya pembangunan jalan dari Biruen ke Takengon pada tahun 1913. Kopi arabika pertama kali ditanami di kawasan Desa Paya Tumpi, Selanjutnya menyebar ke daerah Blang Gele, Burni Bius, Rediness, Bergendal dan Bandar Lampahan, Akan tetapi pembudayaanya masih terbatas dikalangan orang-orang Belanda saja dan sedikit oleh Bangsawan lokal. Budidaya secara luas baru mulai pada awal kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 (Renes, 1989) Kopi Gayo Arabika Asa Kopi Gambaran Produksi Kopi Arabika Gayo Luas areal kopi hingga saat inidi Dataran Tinggi Gayo adalah 85.786 Ha, dengan perincian 46.296 Ha berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tenggah dan sisanya seluas 39.490 Ha berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah. Dari total luasan tersebutsekitar 85% terdiri dari jenis arabika dan sisanya 15% jenis robusta. Menurut data dai Dinas Kehuta...
Sebagai pencinta kopi kalian tentunya tau perbedaan kopi arabika dan robusta. Di Indonesia kopi merupakan komoditas yang terus dibudidayakan dan diperdagangkan. Pada perdagangan internasional, kopi berada di urutan kedua setelah minyak. Hal ini menunjukkan bahwa kopi digemari oleh masyarakat dunia. Menurut data International Coffee Organization (ICO) 2017-2018, sebanyak 161 juta masyarakat dunia mengonsumsi kopi. Sementara, Badan Pusat Statistik mencatat pada 2010 total volume ekspor mencapai 433,6 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 814,3 juta dan pada 2017 meningkat menjadi 467,8 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 1.187,16 juta. Sebenarnya, banyak varietas pohon kopi yang tumbuh di seluruh dunia. Namun, terdapat dua jenis kopi yang paling dikenal dan memiliki banyak penggemar, yakni kopi arabika dan robusta. Berikut adalah perbedaan kopi arabika dan robusta yang harus diketahui oleh para pencinta kopi.Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta Perbedaa...
Komentar
Posting Komentar