Perbedaan kopi robusta dan arabica pastinya terletak pada tempat dimana dua spesies kopi itu tumbuh, rasa, dan juga perbedaan ekonomisnya. Bagi para peminat kopi, sudah dapat dipastikan bahwa ada banyak sekali cara untuk memberikan manfaat pada bagaimana caranya untuk menikmati segala jenis kopi yang ada diluar sana. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, yang hendak saya diskusikan disini adalah perbedaan kopi Arabika dan juga Robusta.
Perlu diketahui bahwa kedua kopi tersebut merupakan dua jenis kopi
yang berbeda. Hal yang paling membedakan pastinya terletak pada tempat
dimana dua spesies kopi itu tumbuh, rasa, dan juga perbedaan
ekonomisnya. Dalam artikel ini, saya akan diskusikan lebih lanjut
mengenai perbedaan kedua jenis kopi tersebut. Tujuannya adalah untuk
membantu Anda semua dalam memilih jenis kopi yang paling sesuai dengan
selera Anda.
Cara menikmati kedua jenis kopi ini juga berbeda satu antara yang lain. Apa yang menjadi favorit Anda?
Perbedaan Kopi Robusta dan Arabica di Segi Rasa
Dari segi rasa, kopi Arabica memiliki banyak variasi rasa yang mana
beragam. Rasa dari kopi tersebut dapat lembut, manis, tajam, dan juga
kuat. Anda dapat mengetahui bahwa sebelum disangrai, aroma dari kopi ini
amat mirip dengan blueberry. Akan tetapi, setelah disangrai, kopi
tersebut akan memiliki aroma buah-buahan manis. Tentu saja secara umum,
orang cenderung menyukai aroma kopi Arabica bila dibandingkan dengan
Robusta.
Sedangkan untuk rasa dari kopi Robusta, ini cenderung memiliki
variasi rasa yang netral. Terkadang ini juga memiliki rasa atau aroma
seperti gandung. Sebelum disangrai, biji kopi ini memiliki aroma
kacang-kacangan. Yang disayangkan, amat jarang untuk menemukan robusta
berkualitas tinggi dipasaran sana. Faktanya, harga biji kopi Arabica
lebih tinggi bila dibandingkan dengan kopi Robusta.
Kopi Robusta
Sedangkan untuk kopi robusta, ini merupakan keturunan dari beberapa
jenis spesies kopi. Mengenai kualitas dari buah kopi, faktanya ini lebih
rendah dibandingkan dengan kopi Arabika dan juga Liberika. Kopi jenis
ini menguasai sekitar 30% pasar dunia.
Mengenai asal dari kopi tersebut, ini banyak terdapat di Kolumbia,
Indonesia, dan juga Filipina. Lalu apa ciri-ciri dari kopi tersebut?
Orang biasanya akan menjumpai rasa yang lebih menyerupai cokelat. Bau
yang dihasilkan juga manis. Tekstur dari kopi ini cenderung kasar dan
memiliki warna yang bervariasi. Mungkin Anda perlu juga mengetahui
ciri-ciri dari pohon Robusta. Pohon Robusta lebih rentan diserang
serangga. Ini bahkan tumbuh pada daratan rendah yaitu sekitar 700 m dpl.
Jumlah biji kopi yang dihasilkan juga lebih tinggi. Untuk proses
berbunga, diperlukan waktu hingga 10 bulan yang nantinya menjadi buah.
Jenis kopi ini berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.
Kopi Arabica
Kopi jenis ini tumbuh pada daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl. Suhu yang dimiliki adalah 16-20 °C. Yang perlu diketahui mengenai jenis kopi ini adalah mengenai aspek kepekaan terhadap jenis penyakit karat daun atau lebih dikenal dengan HV atau Hemileia Vastatrix. Ini terutama bila ditanam pada daerah yang memiliki elevasi kurang dari 700 mdpl.
Yang perlu diketahui selanjutnya adalah asal dari kopi tersebut.
Faktanya, kopi ini berasal dari negara Etiopia dan juga Brasil. Kedua
negara tersebut menguasai 70% pasar kopi secara global pastinya. Anda
dapat pula menemukan banyak jenis kopi lain yang berasal dari kedua
negara tersebut pastinya.
Ciri-ciri kopi Arabica adalah aroma yang wangi, hidup pada daerah yang dingin dan sejuk, memiliki rasa yang sedikit asam, rasa kental dimulut, pahit, dan juga memiliki tekstur lebih halus.
Kenapa kopi luwak enak rasanya....apa ada yang bisa jawab (tanya lagi, udah dibilang kita cari jawaban) ok...ok saya yang jawab yaa. Kopi luwak enak karena diproses melalui perut hewan musang, begini ceritanya hewan luwak/musang memiliki makanan pavorit buah-buahan salah satu buah-buahannya adalah buah kopi. Buah kopi yang dipilih untuk dimakan oleh hewan ini adalah buah kopi yang benar-benar mearah dan lebih harum aromanya walaupun buah kopi tersebut dalam satu bokahan (satu kokol/bahasa Gayo) ini sama seperti manusia ketika buah-buahan contohnya buah anggur yang dipilih pasti yang paling manis dulu baru yang kurang manis terus yang nggak manispun habis , itu manusia. Luwak juga sama memilih kopi yang paling mantap masak dan aromanya karena buah kopi yang tersedia jumlahnya sangat banyak puluhan pohon bahkan ratusan pohon kopi sehingga tidak mungkin dia memilih yang asem atau yang cacat bahkan nggak mungkin yang aromanya nggak bagus. Pengen coba datang dan cicipi aja ke ...
Kopi arabika (coffea arabika,l) telah mulai di budayakan di Dataran Tinggi Gayo sekitar tahun 1924 yang dibawa oleh orang Belanda, yaitu setelah selesainya pembangunan jalan dari Biruen ke Takengon pada tahun 1913. Kopi arabika pertama kali ditanami di kawasan Desa Paya Tumpi, Selanjutnya menyebar ke daerah Blang Gele, Burni Bius, Rediness, Bergendal dan Bandar Lampahan, Akan tetapi pembudayaanya masih terbatas dikalangan orang-orang Belanda saja dan sedikit oleh Bangsawan lokal. Budidaya secara luas baru mulai pada awal kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 (Renes, 1989) Kopi Gayo Arabika Asa Kopi Gambaran Produksi Kopi Arabika Gayo Luas areal kopi hingga saat inidi Dataran Tinggi Gayo adalah 85.786 Ha, dengan perincian 46.296 Ha berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tenggah dan sisanya seluas 39.490 Ha berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah. Dari total luasan tersebutsekitar 85% terdiri dari jenis arabika dan sisanya 15% jenis robusta. Menurut data dai Dinas Kehuta...
Sebagai pencinta kopi kalian tentunya tau perbedaan kopi arabika dan robusta. Di Indonesia kopi merupakan komoditas yang terus dibudidayakan dan diperdagangkan. Pada perdagangan internasional, kopi berada di urutan kedua setelah minyak. Hal ini menunjukkan bahwa kopi digemari oleh masyarakat dunia. Menurut data International Coffee Organization (ICO) 2017-2018, sebanyak 161 juta masyarakat dunia mengonsumsi kopi. Sementara, Badan Pusat Statistik mencatat pada 2010 total volume ekspor mencapai 433,6 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 814,3 juta dan pada 2017 meningkat menjadi 467,8 ribu ton dengan total nilai sebesar US$ 1.187,16 juta. Sebenarnya, banyak varietas pohon kopi yang tumbuh di seluruh dunia. Namun, terdapat dua jenis kopi yang paling dikenal dan memiliki banyak penggemar, yakni kopi arabika dan robusta. Berikut adalah perbedaan kopi arabika dan robusta yang harus diketahui oleh para pencinta kopi.Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta Perbedaa...
Komentar
Posting Komentar